Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Sumatera

BKD Tanjungbalai Terlibat Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Tim Hanif Kecewa Jawaban Inspektorat

24
×

BKD Tanjungbalai Terlibat Terkait Dugaan Ijazah Palsu, Tim Hanif Kecewa Jawaban Inspektorat

Sebarkan artikel ini
Tim Hanif saat audensi dengan Insfekotart Kota Tanjungbalai@2024SINFONEWS.com
Tim Hanif saat audensi dengan Insfekotart Kota Tanjungbalai@2024SINFONEWS.com
banner 300x250

SINFONEWS.com, TANJUNGBALAI | TERKAIT dugaan Ijazah palsu MOG salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintahan Pemko Tanjungbalai yang mana pada aksi tim Hanif pada sela 23-4-2024 yang lalu.

banner 970x250

Kasi Intel kejaksaan negeri kota Tanjungbalai Andi Sitepu sudah melakukan penyidikan dan sedang berkoordinasi dengan APIP untuk menghitung kerugian negara dalam menetapkan tersangka, Tim Hanif kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor walikota dan kantor Inspektorat kota Tanjungbalai, Selasa 30 April 2024.

Aksi unjuk rasa Tim Hanif kali ini mendesak Wali Kota Tanjungbalai untuk mencopot AH, F, dan kroninya karena di duga keras telah menerima upeti dari permasalahan kasus dugaan ijazah palsu MOG agar tetap menjadi ASN di kota tanjungbalai

Hanif selaku ketua Tim dalam orasinya menyebutkan bahwa pada tahun 2021 Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang pada saat itu dipimpin oleh AH dan F di duga telah mengetahui adanya oknum ASN di salah satu dinas yang ada di kota Tanjungbalai menggunakan Ijazah palsu yakni MOG, namun kata Hanif ada apa pihak BKD tidak menindak lanjuti permasalan sehingga sampai saat ini MOG masih berstatus ASN.

Menyikapi hal ini kata Hanif, besar dugaan bahwa AH, F beserta kroninya telah menerima UPETI dari pihak yang bermasalah dalam dugaan ijazah palsu yakni MOG

“Kami mendesak Wali Kota Tanjungbalai H Waris Tholib agar segera mencopot AH, F, beserta kroni kroninya karena di duga keras telah menerima UPETI dari MOG terkait kasus dugaan ijazah palsu agar MOG terus menjadi ASN di kota Tanjungbalai,” teriak Hanif

Selain itu Risky Iswandi selaku Ketua Umum Kesatuan Aksi Elemen Mahasiswa (KAEM) menyebutkan bila terbukti AH, F beserta Kroninya telah menerima UPETI dalam kasus dugaan ijazah palsu MOG, mendesak pihak kejaksaan agar tangkap, seret dan penjarakan AH, F beserta kroninya. sebab menurut Risky, para penerima UPETI untuk meloloskan seseorang menjadi ASN adalah suatu tindakan jahat yang melanggar hukum.

BACA JUGA : Jelang Pilkada Karawang 2024, Ketum Mohamad Sayegi: GMPI Tidak berafiliasi Dengan Partai Politik

“Bila terbukti AH, F beserta kroninya telah menerima UPETI untuk meloloskan MOG agar tetap menjadi ASN, itu adalah suatu permufakatan jahat yang melanggar hukum, maka dari itu APH harus segera tangkap, seret dan penjarakan AH, F beserta kroninya demi tegaknya keadilan di Negara Republik Indonesia khususnya di kota Tanjungbalai yang tercinta ini,” tegasnya

Sementara itu saat Tim Hanif melakukan aksi di depan kantor Inspektorat Tanjungbalai dan diterima langsung oleh kepala inspektur namun Tim Hanif merasa tidak puas akan jawaban yang di berikan oleh kepala inspektorat selaku perumusan kebijakan teknis bidang pengawasan dan fasilitasi pengawasan serta pelaksanaan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya.

Karena merasa tidak mendapatkan jawaban dari apa yang di persoalkan Tim Hanif membubarkan diri dengan rasa kecewa dan akan melakukan aksi kembali bila AH, F dan kroninya masih tetap memangku jabatan strategis walau dalam pemeriksaan pihak kejaksaan. ***

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *