Blusukan di Bekasi, Dedi Mulyadi Ajak Warga Pertahankan Tradisi ‘Ngagubyag’

oleh -46 views
banner 300250

BEKASI – SINFONEWS.com

“Ngagubyag merupakan kebiasaan orang Jawa Barat saat memperoleh kegembiraan. Seluruh warga harus turun untuk menangkap ikan tersebut tanpa menggunakan alat bantu”

KETUA DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi melanjutkan belusukannya di Kabupaten Bekasi. Lokasi yang di kunjunginya Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Kedatangan Dedi, langsung di sambut oleh simpatisan kader Golkar dan juga ratusan relawan pendukung calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia nomor 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Mereka langsung mengajak Ketua Tim Pemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin Jawa Barat itu ‘ngagubyag’ empang.

Seperti diketahui, ‘Ngagubyag’ merupakan kebiasaan orang Jawa Barat saat memperoleh kegembiraan. Dalam kegiatan ini, seluruh warga harus turun untuk menangkap ikan tersebut tanpa menggunakan alat bantu.

“Menangkap ikan dengan tangan itu tradisinya orang Jawa Barat, selalau melakukan sesuatu dengan bersama, sehingga unsur-unsur politik yang didalamnya dimasukan unsur kebudayaan tidak akan ada ketegangan,” ujar Dedi, saat ditemui di sela-sela acara, Sabtu siang.

Menurut Dedi, pesta Demokrasi merupakan pesta kebahagian, tidak perlu tegang apalagi marah-marah.

“Demokrasi harus di isi oleh hal-hal yang membahagiakan, lihat saja orang kotor-kotoran dengan lumpur, tidak ada yang bertengkar kemudian pulanngnya bawa ikan, itukan membahagiakan masyarakat,” tuturnya.

Sebenarnya, jika bercerita ke masa silam, Dedi sudah terbiasa dengan ‘ngagubyag’ seperti ini. Apalagi, Dedi besar di lingkungan kampung yang kental dengan tradisi.

Bahkan, kebiasaan ini tidak pernah dia tinggalkan saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Dedi Mulyadi selalu menyelipkan acara ‘ngagubyag’ dalam berbagai kesempatan. Seperti, saat Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dan Hari Jadi Purwakarta.

“Sejak kecil ya begini, senang saja bareng-bareng kan guyub ya. Tapi ada sedikit perbedaan, di kampung saya gak pakai alat bantu, di sini pakai ternyata,” kata Dedi.

Dedi pun berharap, supaya tradisi ‘ngagubyag’ bisa tetap lestari di Kabupaten Bekasi, selain berfungsi sebagai perekat kebersamaan di tengah masyarakat, tradisi itu juga memiliki peran strategis menciptakan ketercukupan gizi.

“Ini salah satu tradisi yang harus dilestarikan,” pungkasnya.

Laporan : BANGSINFO

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *