Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Purwasuka-Bekasi

CV. ABP Produsen Benih Padi Inpari 32 Rugikan Petani Majalaya Karawang

52
×

CV. ABP Produsen Benih Padi Inpari 32 Rugikan Petani Majalaya Karawang

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

Pewarta : REDAKSI | Editor : RYAN S KAHMAN

“Kios Riibri Putra Petani, hanya selaku distributor benih padi Inpari 32. Sementara pihak produsen benih padi Inpari 32 adalah CV Anisa Benih Prima yang berlokasi di Kabupaten Subang”

KARAWANG | SEJUMLAH petani di Kecamatan Majalaya dan sekitarnya mengaku merasa dirugikan dengan benih padi Inpari 32 yang diproduksi oleh CV Anisa Benih Prima.

banner 325x300

Pasalnya, benih yang mereka beli setelah ditanam selama lebih tiga bulan ternyata tumbuh tidak sesuai harapan.

“Di Majalaya sekarang lagi ramai, petani beli benih Inpari di Kios Riibri Putra Petani Ciranggon tapi setelah ditanam padi yang tumbuh bukan Inpari 32,” ujarnya yang identitasnya minta tidak dipublikasikan kepada awak media.

Menurutnya, para petani banyak yang merasa dirugikan. Kios Riibri hanya mau mengganti benih saja ke petani.

“Hitung saja bila rata-rata operasional para petani untuk lahan satu ha habiskan biaya Rp10-15 juta. Sudah begitu petani mesti keluarkan biaya tambahan untuk memilah varietas padi yang beda, sebab kalau enggak dipilih terlebih dahulu varietas yang berbeda akan mendapat komplain dari tengkulak, ujung-ujungnya harga akan dibawah pasaran,” bebernya.

Terpisah, pegawai Kios Riibri Putra Petani, Susi, mengaku pihaknya hanya selaku distributor benih padi Inpari 32. Sementara pihak produsen benih padi Inpari 32 adalah CV Anisa Benih Prima yang berlokasi di Kabupaten Subang.

“Kami hanya distributor, jadi kami tidak tahu awalnya kalau ternyata benih tersebut ketika ditanam kemudian pas tumbuh padi ternyata bukan padi Inpari 32,” ujarnya.

Pihaknya juga selama musim tanam awal tahun baru menjual 2 ton benih Inpari 32.

“Sesuai arahan pimpinan kami hanya bisa ganti kerugian petani dengan bibit lagi,” ucapnya.

Terpisah, Manajemen Representatif CV Anisah Benih Prima, Nizar, membenarkan telah terjadi permasalahan tersebut.

Ia pun menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, telah terjadi ketidaksesuaian pada batch Inpari 32 di bulan Februari.

“Pada Februari kami memang ada kegiatan pembersihan gudang (secara) massal. Dari situ diduga batch tersebut tercampur dengan varietas buangan,” ujarnya ketika dihubungi melalu aplikasi Whatsapp.

Saat ini pihaknya sudah dalam proses penggantian produk. Data-data juga sedang dalam pengumpulan.

“Insya Allah dalam sebulan ke depan penggantian benih baru atau pengembalian uang akan kami lakukan sesuai jumlah benih yang diklaim,” katanya.

Nizar menegaskan, pihaknya menjamin jika produk tidak sesuai, seperti tidak tumbuh atau lainnya pihaknya siap bertanggungjawab.

“Kami juga menawarkan ke beberapa petani untuk membeli hasil panennya. Tapi saya kembalikan ke pihak petaninya,” tutupnya.***

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *