Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Purwasuka-Bekasi

Dampak Kebakaran TPSA Jalupang, Pemkab Karawang Digugat Puluhan Warga Wancimekar Kota Baru

12
×

Dampak Kebakaran TPSA Jalupang, Pemkab Karawang Digugat Puluhan Warga Wancimekar Kota Baru

Sebarkan artikel ini
Elyasa Budianto, SH@2024SINFONEWS.com
Elyasa Budianto, SH@2024SINFONEWS.com
banner 325x300

KARAWANG, SINFONEWS.com | WARGA Perumahan PMI Wancimekar sudah memberikan kuasa ke Elyasa Budianto & Assosiate untuk melakukan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Karawang terkait ganti rugi dampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Jalupang.

Hal tersebut disampaikan Kustarjo mewakili puluhan warga Desa Wancimekar Kecamatan Kotabaru Karawang.

banner 325x300

Dikatakannya, kami ingin menyelesaikan dan mencari solusi persoalan TPAS Jalupang melalui cara konstitusional dan hukum yang berlaku.Karena banyak permasalahan semenjak ada TPAS Jalupang, seperti polusi udara, bau menyengat yang menggangu kenyamanan masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang mengidap penyakit ISPA.

“Semoga dengan gugatan class action ini Pemkab Karawang dapat mencarikan solusi permasalahan TPAS Jalupang melalui jalur konstitusional, kami tidak ingin melakukan demo demo lagi,”ungkapnya.

Elyasa Budianto,SH dari Kantor Hukum Elyasa Budianto & Assosiate kepada awak media mengungkapkan, sebagai Kuasa Hukum dari puluhan warga Wancimekar pihaknya sudah mendaftarkan gugatan (Class Action) tersebut ke Pengadilan Negeri Karawang. Perkara ini adalah persoalan perlindungan lingkungan hidup, sampah ini adalah persoalan lingkungan hidup yang harus ada perlindungannya.

“Jadi kami gunakan mekanismenya gugatan Class Action, karena perwakilan kelompok ini satu Desa Wancimekar saja sudah ribuan warganya tidak mungkin akan diambil semua maka ada perwakilan-perwakilan kelompoknya,”ujar Elyasa.

BACA JUGA : Pembunuh Bayaran Dibekuk Polres Karawang, Istri Korban Bayar 1,5 juta

Dituturkan Elyasa, dalam gugatan ini beberapa poin undang-undang pelanggarannya telah ditentukan oleh Pemda, yang mana akar permasalahan tersebut adalah Rezim Cellica yang sejak tahun 2015 tersebut menjadi tanda tanya besar. Karena dengan adanya 3 unit Insiliator dan Beko yang mencapai anggaran 20 milyar APBD tersebut yang ikut menjadi sampah.

“Didalam gugatan ini seperti beberapa poin undang-undang pelanggarannya yang ditentukan oleh pemda. Aslinya bahwa pemda dalam hal ini adalah rezimnya Cellica sejak tahun 2015 itu adalah sesuatu tanda tanya besar. ketika tumpukan sampah itu dibarengi dengan adanya Insiliator, bahkan insiliatornya yang tiga unit itu terbakar dan beko alat-alat itu sebetulnya senilai 20 milyar APBD, lalu apa fungsinya kalau kemudian sampai hingga kini sampah menumpuk seperti itu,”tuturnya.

Elyasa menegaskan, bahwasanya setelah terbakarnya TPAS Jalupang sekitar bulan Oktober lalu turut ikut bersemangat mengawal gugatan tersebut.

“Inilah yang jadi persoalan, maka setelah terbakarnya sekitar bulan Oktober itu kami bersemangat untuk mengawal gugatan Class Action tersebut,”tandasnya. ***

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *