Dedi Mulyadi Canangkan Gerakan Belanja Di Pasar Rakyat

oleh
banner 300250

BOGOR – SinfoNews.Com

Selain arus uang, pertumbuhan ekonomi kerakyatan juga menjadi pertimbangan Koordinator Presidium KAHMI Jabar itu. Gerakan yang dia canangkan diyakini mampu meningkatkan pertumbuhan tersebut.

CALON Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat Jawa Barat untuk berbelanja di pasar rakyat atau pasar tradisional. Hal ini dia sampaikan dalam rangka menjaga arus uang agar tetap berputar di antara warga Jawa Barat sendiri.

Mantan Bupati Purwakarta itu menyampaikan hal tersebut saat memenuhi undangan warga. Tepatnya di Desa Taman Sari, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Rabu Malam (13/6)

“Saya mengajak warga Jawa Barat untuk berbelanja di pasar rakyat. Apalagi, ini menjelang lebaran, banyak kebutuhan yang dibeli. Kualitas barang di pasar rakyat itu saya kira lebih bagus. Ditambah, arus uang terjaga tetap di antara warga,” katanya.

Selain arus uang, pertumbuhan ekonomi kerakyatan juga menjadi pertimbangan Koordinator Presidium KAHMI Jabar itu. Gerakan yang dia canangkan diyakini mampu meningkatkan pertumbuhan tersebut.

“Kelestarian lapak-lapak pedagang tradisional itu ada di tangan kita. Bertahan atau tidaknya mereka tergantung pada kita mau membeli dagangannya atau tidak. Kita harapkan kesadaran berbelanja di pasar rakyat terus tumbuh,” ucapnya.

Penataan Pasar Rakyat

Rasa nyaman penjual dan pembeli di pasar rakyat pun menjadi perhatian kader Nahdlatul Ulama tersebut. Karena itu, penataan pasar rakyat akan dia lakukan jika terpilih di Pilgub Jabar.

Hal ini sudah dia lakukan saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Pasar Leuwi Panjang yang kumuh ia sulap menjadi Pasar Ki Sunda yang tertata rapi.

“Pasar itu harus nyaman. Jadi, bangunannya harus memiliki karakter agar orang mau datang untuk berbelanja,” katanya

Seluruh kios di Pasar Ki Sunda diberikan secara gratis kepada para pedagang. Mereka hanya dipungut biaya kebersihan lingkungan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Para petugas kebersihan secara rutin membersihkan pasar bahkan saat aktivitas di pasar masih berlangsung.

“Kesan kumuh dan bau di pasar rakyat tidak boleh ada. Kiosnya pun harus gratis, pedagang cukup membayar retribusi kebersihan,” ujarnya. #Nien

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *