Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Politik

Dedi Mulyadi Imbau Semua Pihak Tak Usah Tanggapi Manuver Kubu Prabowo-Sandi

0
×

Dedi Mulyadi Imbau Semua Pihak Tak Usah Tanggapi Manuver Kubu Prabowo-Sandi

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

PURWAKARTA – SINFONEWS.com

“Pekerjaan tim sukses itu sudah selesai pada tanggal 17 April. Kemudian pekerjaan saksi di tingkat TPS juga sudah selesai ketika berakhir penghitungan suara”

banner 325x300

KETUA Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta semua pihak untuk tidak mengomentari apa pun yang dilakukan oleh tim pasangan 02 Prabowo-Sandi.

Pasalnya seluruh proses perdebatan itu sudah berakhir pada tanggal 17 April 2019.

Dedi mengatakan, ranah yang dimiliki hari ini bukan lagi milik tim sukses, melainkan sudah merupakan ranah KPU dari aspek adminsitrasi penyelenggaraan pemilu, dan dari sisi keamanan sudah menjadi ranah TNI/Polri.

Sedangkan dari aspek hukum sudah menjadi ranah Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sehingga karena dari sisi aspek quick count, real count, kemudian juga penghitungan di tingkat TPS, PPK dan sidang pleno di setiap kabupaten atau kota sudah hampir selesai, maka perjalanan pemilu itu sudah mendekati selesai,” kata Dedi, saat di temui di Purwakarta, Kamis (2/5/2019).

“Artinya tidak mesti lagi kita mengomentari apa pun yang diutarakan dan disuarakan oleh pasangan 02, baik komentar yang bersifat tim maupun ijtima ulama, karena itu tidak memiliki implikasi apa pun,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, pekerjaan tim sukses itu sudah selesai pada tanggal 17 April. Kemudian pekerjaan saksi di tingkat TPS juga sudah selesai ketika berakhir penghitungan suara.

“Sekarang yang bekerja adalah saksi di tingkat PPK, saksi di KPU kabupaten atau provinsi dan nasional,” tandas ketua DPD Golkar Jawa Barat ini.

Menurut Dedi, jika memang ingin mengawal hasil pemilu, tidak mesti harus mengumpulkan formulir C1. Tapi cukup memeriksa hasil penghitungan suara di sidang panitia pemilihan kecamatan (PPK) di Indonesia. Kalau memang sulit, kata dia, tinggal cek di KPU kota atau kabupaten.

“Lima menit selesai kok. Itulah hasil pemilu sebenarnya. Kawal itu penghitungan PPK dan KPU. itu gampang, ngapain sibuk kumpulin C1,” kata dia.

“Perkuat saksinya, berikan argumentasi apabila ada pencatatan-pencatatan yang dianggap bertentangan dengan hasil pemilu di tingkat TPS. Kan selesai,” lanjut mantan bupati Purwakarta 2 periode ini.

Terkait hasil situng KPU, Dedi mengatakan itu bukan alat untuk mengesahkan pemilu. Pengesahan pemilu itu berdasarkan penghitungan suara manual dan berjenjang, dari PPK, KPU kota dan kabupaten hingga KPU pusat.

Laporan : RoedSINFO

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *