Dihari Jadi Kab. Karawang Ke 385, Warga Udug Udug Laksanakan Babarit Dan Gelar Wayang Golek

oleh
banner 300250

KARAWANG – SinfoNews.com

Babarit adalah upacara selamatan bagi warga masyarakat agar hasil pertanian mereka tetap bagus dan meningkat, serta hasil ternak masyarakat juga tetap meningkat

385  tahun Usia Kabupaten Karawang, namun selama ini banyak diantara warga masyarakat yang melupakan awal sejarah berdirinya Kabupaten Karawang. Hal itu terbukti ketika sinfonews.com survey dilapangan saat warga masyarakat berevoria  memperingati hari jadi Kabupaten Karawang yang ke 385 yang puncak acaranya begitu semarak dengan Helaran budayanya.

Salah satu dusun yang hampir terlupakan oleh warga masyarakat bahkan pemerintah daerah, Udug Udug. Padahal menurut cerita sesepuh bahwa dusun ini merupakan cikal bakal Kab. Karawang. Konon menurut para akhli sejarah daerah ini adalah kampung yang jauh dari kebisingan. Kampung yang sedikit sekali tersentuh oleh pembangunan.

Di Hari Jadi Kab Karawang 385, di Dusun Udug Udug Desa Mulyasejati Kecamatan Ciampel Kab. Karawang digelar pesta rakyat yang dikenal dengan Babarit (Syukuran. Red). Babarit merupakan salah satu tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Udug Udug  yang tinggal di wilayah Desa Mulyasejati , Kecamatan Ciampel, Kab. Karawang. Babarit adalah upacara selamatan bagi warga masyarakat agar hasil pertanian mereka tetap bagus dan meningkat, serta hasil ternak masyarakat juga tetap meningkat, upacara tersebut merupakan sarana penyampaian ucapan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas berkah yang dilimpahkan, terutama menyangkut hasil pertanian atau hasil bum

Oleh karena itu kami dalam perayaan hari jadi kab. Karawang ke 385, untuk kedua kali menggelar disamping ada upacara Babari juga digelar pertunjukan wayang golek untuk menghibur warga setempat, disamping itu  diharapkan agar kampung yang sekarang ini terletak di Desa Mulyasejati Kec. Ciampel agar dikenal khusus bagi generasi muda bahwa kampung yang terletak diatas bantaran sungai Citarum sebagai daerah perbatasan Purwakarta dan Kab. Karawang ini pernah mengukir sejarah cikal bakal berdirinya Kab. Karawang. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kab. Karawang, H. Toto Suripto, SE

“Sudah kewajiban secara pribadi sebagai wakil rakyat khususnya sebagai generasi penerus mengetahui asal muasal berdirinya Kab. Karawang yang merupakan bagian sejarah jangan sampai dilupakan oleh generasi penerus maupun anak cucu kita,” tutur Toto Suripto, kepada Sinfonews.com di sela sela kegiatan acara berlangsung pagelaran Wayang Golek dalam rangkaian Hari Jadi Kab. Karawang ke 385 di Desa Mulyasejati Kabupaten Karawang. Sabtu Malam ( 15/09)

Selanjutnya Toto Suripto menjelaskan bahwa dirinya tertarik untuk mencari tahu tentang Kampung Udug Udug setelah membaca sejarah yang ditulis pada salah satu blogspot info sekitar karawang tentang udug-udug.

“Setelah membaca artikel yang ada pada aplikasi google tersebut kami semakin tertarik, dan dibantu kepala desa menyelusuri dengan mencari keterangan dan informasi dari para orang tua yang masih hidup yang tahu tentang kampung Udug udug,” jelas Ketua DPRD Karawang.

Toto Suripto menambahkan, kalau kita telaah apa yang tersirat dalam artikel tersebut saya merasa prihatin jika sebagai orang pribumi Karawang tidak mengetahui Kampung Udug Udug bagian dari kota tua, yang benar-benar merupakan cikal bakal lahirnya Kabupaten Karawang 385 tahun lalu.

Selanjutnya Ketua DPRD Karawang ini mengajak kepada para generasi penerus bangsa khususnya generasi muda Karawang untuk tidak melupakan sejarah dan menghargai jasa pendahulu kita.

“Saya  secara pribadi mengajak kepada generasi penerus bangsa, khususnya generasi muda Karawang untuk tidak melupakan sejarah. Dan harapan saya semoga generasi muda terus menggali sejarah yang berkaitan dengan kabupaten tercinta ini, apalagi Karawang ini dengan sebutan Kota Pangkal Perjuangan,” tandas Ketua DPRD Karawang.

Laporan : TimSinfo

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *