Dinsos Karawang Seolah Tutup Mata Dengan Penderitaan Bocah Bernama Haikal

oleh
banner 300250

KARAWANG – SINFONEWS.COM

Dinas Sosial merupakan Dinas Teknis   yang berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah Provinsi, mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan operasional di bidang Kesejahteraan Sosial dan melaksanakan sebagian kewenangan dekonsentrasi yang dilimpahkan kepada Kepala daerah serta Tugas Pembantuan.

Berdasarkan sasaran program pembangunan Kesejahteraan Sosial sasaran kelompok yang termasuk kategori PMKS yang menurut sifat dan karakter serta kondisi fisik maupun kejiwaan terbagi dalam 22 jenis, salah satunya penyandang Cacat.

Baru baru ini Dinas Sosial Kabupaten Karawang tengah mempersiapkan program PMKS (Penyandang masalah kesejaterahan sosial). Ada beberapa program yang akan dilaksanakan oleh Dinas Sosial untuk tahun ini, seperti yang di ungkapkan Drs. Ruchimat Kepala Bidang Pemulihan dan Perlindungan Sosial, ada beberapa penanganan yang akan dilakukan Dinas Sosial untuk program kerja PMKS Tahun ini, seperti penanganan orang jalanan, korban narkoba psikotropika dan zat adiktif , wanita rawan social ekonomi, korban Hiv Aids, kelompok minoritas diantaranya waria, PSK, tuna susila, orang yang pernah berhubungan dengan hukum, gelandangan, pengemis, orang cacat tubuh di luar panti, rungu wicara, yatim piatu, jompo.

Namun, semua itu belum terealisasi . Pasalnya  seperti kasus yang terjadi pada bocah benama Haikal yang mengalami cacad seumur hidup sejak di lahir, padahal menurut keterangan orang tua Haikal, sudah beberapa pejabat dihubungi oleh Wasta orang tua Haikal, termasuk Bupati. Tapi sampai saat ini tak ada satupun bantuan yang turun untuk membantu Haikal.

Ferry Alexi Dharmawan, seorang aktivis muda yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan, kepada Sinfonews.com menyatakan kasus yang menimpa Haikal sampai saat ini belum ada tanggapan, padahal pemberitaan di media, baik di medsos maupun media online sudah sangat ramai.

“Apakah Dinsos dan Dinkes tidak melihat,” jelas Ferry. Minggu ( 11/03)

Ferry menambahkan, mereka seolah-olah semua tutup mata terhadap penderitaan si miskin. Dirinyapun berharap pemerintah bisa lebih peka terhadap warga miskin yang menderita. Padahal keluarganya Sempat pula berkordinasi dengan pemerintah desa setempat terkait kondisi Haikal. Tapi hingga kini belum ada respon yang jelas mengenai kesembuhan putranya tersebut.

“Meskipun ada warganya yang menderita cacat tubuh tapi anehnya menurut  pihak keluarga mengatakan  sampai saat ini dari pihak desa tidak ada yang peduli apalagi membantu sedikitpun untuk biaya pengobatan bahkan menjengukpun  belum pernah. ” ujar Ferry

Aktivis muda yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan ini, berharap sekalipun tidak bisa mengobati penyakit yang di derita bocah bernama Haikal. Bantulah dengan menyumbangkan kursi roda agar anak tersebut bisa bermain dengan teman teman sebayanya.

“Kalaulah tidak bisa mengobati kelumpuhan kaki Haikal, tolonglah bantu beri kursi roda. Pasalnya orang tua Haikal sendiri hanya memerlukan Kursi Roda untuk Haikal,” pungkasnya. * Nien

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *