Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Nasional

Diskusi Kembangsaan di Sleman Ricuh, Rocky Gerung dan Refly Harun Lari Ke Sawah

49
×

Diskusi Kembangsaan di Sleman Ricuh, Rocky Gerung dan Refly Harun Lari Ke Sawah

Sebarkan artikel ini
Rocky Gerung saat lari ke sawah di tolak massa@2023SINFONEWS.com (1)
Rocky Gerung saat lari ke sawah di tolak massa@2023SINFONEWS.com (1)
banner 325x300

Pewarta : REDAKSI | Editor : RYAN S KAHMAN

“Diskusi pun berlangsung pemanas karena sesekali Rocky Gerung meladeni teriakan para penolaknya. Hingga akhirnya diskusi terpaksa dihentikan oleh moderator dan menghilangkan sesi tanya jawab dari para peserta. Alasannya karena situasi sudah tidak kondusif lagi”

banner 325x300

YOGYAKARTA | DISKUSI Kebangsaan yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat FEB UGM dan juga BSKM menghadirkan narasumber Rocky Gerung, Refly Harun, Saut Sitomorang dan Ketua BEM KM UGM Gielbran M Noor dan Ekonom Awally Rizki di Kopi Nuri di Jalan Anggajaya Condongcatur Kapanewon Depok Sleman, berakhir ricuh, Jum’at 08 Agsutus 2023.

Pasalnya, diskusi sendiri berlangsung dalam situasi panas. Sebab para penolak kehadiran Rocky Gerung dan Refly Harun berteriak-teriak dari area luar diskusi. Hanya barikade polisi yang memisahkan diskusi tersebut. massa yang menamakan diri Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) menolak kehadiran Rocky Gerung dan Refly Harun dalam acara diskusi kebangsaan tersebut.

Ratusan polisi baik berpakaian preman ataupun pakaian lengkap nampak menjaga kegiatan tersebut. Mereka terlihat bersiaga di sejumlah titik baik di dalam ruang diskusi ataupun di luar diskus, sejumlah massa dengan membentangkan spanduk nampak berjalan mendekati lokasi kegiatan.

“Yogyakarta Kota Pelajar, budaya dan Bermartabat. Tolak Rocky Gerung dan Refly Harun,”tulisan dalam spanduk tersebut.

Setelah itu, mereka membentangkan spanduk penolakan kehadiran Rocky Gerung dan Reffly Harun di pintu masuk Kopi Nuri. Mereka berdiri memenuhi pintu masuk Kopi Nuri. Hingga akhirnya ditemui oleh Ketua Panitia dan sejumlah rekannya.

Dengan pengawalan ketat sempat terjadi adu argumen terkait dengan penolakan kehadiran Rocky Gerung dan Refly Harun dalam acara tersebut. Hingga akhirnya terjadi kesepakatan acara tetap diijinkan namun Rocky dan Refly Harun tidak boleh hadir.

Setelah terjadi kesepakatan, massa kemudian tetap berada di depan halaman parkir  dengan membetangkan spanduk. Awalnya memang tidak ada kericuhan namun sekitar pukul 15.30 WIB, diskusi dimulai dan ternyata Rocky Gerung dan Refly Harun sudah berada di dalam.

Nampaknya Rocky dan Refly masuk melalui pintu belakang Kopi Nuri. Karena ternyata di belakang ada jalan masuk melalui Kafe Basa-Basi yang letaknya membelakangi Kopi Nuri. Antara Kopi Nuri dengan Kafe Basa-Basi hanya dipisahkan dengan sawah yang telah mengering sehingga bisa dengan mudah dilewati.

Mengetahui Rocky dan Reffly sudah berada di dalam massapun berusaha merangsek ke dalam. Namun pintu utama Kopi Nuri ditutup sehingga membuat para penolak harus berjalan memutar menuju lokasi diskusi yang berada di halaman belakang Kopi Nuri.

Saat massa masuk melalui pintu samping diskusi tetap berlanjut. Teriakan demi teriakan penolakan terhadap Rocky Gerung dan Rafli Harun terus dilontarkan oleh masa penolak yang berada di sawah samping kopi nuri.

Teriakan penolakan semakin keras ketika Rocky Gerung didaulat menjadi pembicara. Sempat terjadi adu argumen antara Rocky Gerung yang berada di podium dengan masa penolak yang ada di sawah. Beberapa kali Rocky Gerung berhasil mematahkan argumen yang dilontarkan oleh para penolak tersebut.

Hal tersebut mengundang tepuk tangan dari para peserta diskusi. Tentu kondisi ini membuat para penolak Rocky dan Refly semakin emosi dan semakin keras berteriak melakukan penolakan. Hingga akhirnya salah satu penolak emosi dan melemparkan botol air mineral mineral yang masih berisi setengah.

Botol tersebut melayang sampai ke podium dan mengenai leher dari Refly Harun. Tentu saja hal ini mengundang amarah dari para peserta diskusi. Mereka beranjak dari tempat duduknya dan berusaha akan merangsek ke lokasi atau posisi orang yang melempar botol tersebut.

Namun emosi para peserta diskusi berhasil diredam oleh narasumber dan juga moderator dalam diskusi tersebut. Mereka para peserta diskusi kemudian berteriak meminta kepada aparat keamanan untuk menangkap pelempar botol air mineral tersebut.

“Tangkap, tangkap, tangkap!”teriak peserta diskusi.

BACA JUGA : Taruna Merah Putih Karawang dikukuhkan, Nurdin Syam : Siap Berjuang Dan Berkolaborasi Dengan PDI Perjuangan

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *