Fenomena Pemimpin Perempuan Di Purwakarta

oleh -542 views
banner 300250

PURWAKARTA-SinfoNews.com.

Ada nama nama perempuan yang juga menjabat posisi penting dalam pemerintahan di Purwakarta, diantaranya ada nama ketua Partai PKB neng Supartini yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD

 Catatan sejarah baru di Purwakarta kini tertulis dalam tinta sejarah, sejak KPU purwakarta menetapkan Anne Ratna Mustika sebagai Bupati Purwakarta lima tahun kedepan ( 2018 – 2023).

Kondisi pemimpin perempuan baik didaerah hingga ke internasioal sepertinya bukan lagi hal yang tabu, diperbincangkan di masyarakat. Terlebih adanya aturan PKPU tentang harus masuknya nama nama perempuan dalam pendafatran Bakal Calon Legislatif.

“Harus ada keterwakilan 30 persen dari total jumlah Caleg yang ada, jika tidak terpenuhi maka tidak dapat dicalonkan, baik kuota perdapil maupun kuota keseluruhan partai politik pengusung,” ujar Ramlan Maulana ditanya soal keterwakilan perempuan di bursa Pileg 2019 nanti.

Sebagai bagian dari aturan dan banyaknya keterlibatan perempuan dalam percaturan Politik, tentu membuat masyarakat semakin terbiasa dan menjadi sudut pandang arah dukungan masyarakat kepada Kaum Hawa menjadi seorang pejabat baik di eksekutif maupun di Legislatif.

Nurhasanah Bendahara DPC partai Demokrat misalnya, mantan anggota DPRD periode 2009 – 2014 lalu ini, diketahui kembali mencatatkan namanya dalam kancah Pemilihan Legislatif 2019 nanti.

“Insya Allah, jika Allah berkehendak saya akan kembali mencalonkan diri dalam bursa Pileg 2019 nanti, ” ujar mantan anggota DPRD ini dengan jabatan terakhir sebagai ketua Fraksi PD tersebut.

Nurhasanah memaparkan, di Purwakarta selain nama Anne Ratna Mustika yang baru saja ditetapkan sebagai Bupati Purwakarta 5 tahun kedepan dan segera dilantik bulan tanggal 20 September nanti.

Ada nama nama perempuan yang juga menjabat posisi penting dalam pemerintahan di Purwakarta, diantaranya ada nama ketua Partai PKB neng Supartini yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPRD. Lalu Puji Sri Utami yang juga menjabat sebagai ketua Partai Gerindra di Purwakarta dan juga menduduki jabatan yang sama di DPRD.

Adalagi nama Astri Novitasari yang selain menjabat sebagai ketua Fraksi Nasdem di Dewan, dirinya juga menorehkan namanya sebagai ketua Partai DPD Nasdem Purwakarta.

“Bukan soal perempuan tidak sadar akan kodratnya sebagai istri dari suaminya, ibu dari anak anaknya yang dibutuhkan kelembutan. Tetapi bagaimana kaum Hawa juga bisa dan mampu menjalankan tugas sebagai bagian dari pemerintahan, dan hal itu diatur pula dalam undang undang di semua negara di dunia kami rasa, “jelasnya.

Untuk itu, Nurhasanah mengajak dan berharap ke masyarakat khususnya kaum Hawa, agar Momen dan kesempatan wanita menjadi Pemimpin jangan disalah artikan.  Karena memiliki Hak dan Tanggung jawab yang sama ketika menjabat nanti.

“Membangun bangsa saya kira menjadi tanggung jawab kita bersama, tua – muda, lelaki – perempuan, semua suku di Indonesia ini, punya tugas yang sama, ” pungkasnya.

Laporan : RoedSinfo-PURWAKARTA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *