Ferry Alexi : Apapun Itu Alasannya Kalau Meresahkan Masyarakat Wajib Di Tindak Lanjuti Polisi

oleh
banner 300250

KARAWANG – SinfoNews.Com

Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, Dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian bukan Preman berkedok DebtCollector

Maraknya kasus pemaksaan dan penganiayaan oleh debt collector terhadap konsumen yang mengalami kredit macet terkait pembelian motor maupun mobil yang dilakukan dengan cara mengangsur/ mencicil.

Penarikan atau perampasan motor kreditan tidak hanya terjadi di rumah-rumah nasabah. dan tidak jarang debt collector bertindak sebagai pelaku kejahatan laksana “begal” yang merampas kendaraan kredit saat dikendarai nasabah di jalanan. Akibatnya, tidak salah bila korban meneriaki “perampok” Maling, terhadap debt collector yang kerap bertindak kasar melakukan perampasan setelah menyetop korban saat mengendarai motor atau mobil di jalan bebas.

Padahal kita tahu, menurut Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011, Dan satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah juru sita pengadilan dan didampingi kepolisian bukan Preman berkedok DebtCollector.

Sedangkan pihak Leasing harus tunduk kepada hukum indonesia, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 130/PMK 010/2012, tentang semua perbankan.

Hal serupa pun terjadi pada warga Perum Bintang Alam Kab. Karawang,  Salah  seorang pegawai leasing Kredit Plus membegal motor konsumennya sendiri disaat waktu berbuka puasa.

Seperti yang diungkapkan Tri Purwari bahwa awalnya ada pegawai leasing Kredit Plus menanyakan tunggakan motor. Namun karena telat bayar dia mengambil paksa motor dirinya yang tinggal beberapa bulan lagi lunas.

“Kemarin jam setengah tujuh malam ada pegawai leasing Kredit Plus datang ke rumah saya sambil mengambil paksa motor milik saya,” ucap Tri Purwari, Jumat, (25/05)

Pria yang mengaku pegawai Kredit Plus dan bernama AS itu mengancam dengan kata-kata yang tidak enak di dengar

 “Motornya yang diambil atau adek yang ikut dengan Om,” ucapnya.

Tak pelak karena ancaman Ari sang pembegal, anaknya tersebut menyerahkan motornya kepada pembegal.

“Anak saya menyerahkan motornya ke dia (Ari). Setelah itu melaporkan kejadian tersebut kepada saya karena saat kejadian saya ga ada dirumah,” ucap Tri

Malang bagi Tri Purwari, usai motor diserahkan anaknya kepada Leasing Kredit Plus, emas seberat 8 gram juga raib yang disimpan di bawah jok motor.

 “Emas tersebut kalau dirupiahkan Rp.4,5 juta, dan sekarang raib setelah saya kejar ke kantor Kredit Plus,” ujarnya

Karena merasa gusar dengan ulah Kredit Plus dan pegawainya, Tri yang juga berprofesi sebagai guru ini, ditemani Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Karawang membuat laporan ke Polres Karawang. Sementara terduga pelaku pembegalan, Ari untuk sementara ditahan oleh pihak Polres Karawang untuk pengembangan kasus ini.

Sementara itu, Wakil Ketua LMP Marcab Kab. Karawang Ferry Alexi Dharmawan saat di mintai pendapatny di sela-sela mendampingi korban mengatakan bahwa dirinya mengutuk keras perampasan kendaraan yang dilakukan begal yang berkedok debt colektor atau leasing.

” Apapun itu alasannya kalau meresahkan Masyarakat wajib di tindak lanjuti polisi, itu bagian dari Terror pada masyarakat. Kami ingin Karawang tenang, kondusif, Aman menjelang Pilgub dan Pilpres 2019 ini. Kita rangkul masyarakat, karena rakyat bagian dari kami ” tuturnya. #BangSinfo

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *