Isu Soal Cellica Bakal Duduki Kursi Menteri, Itu Bukan Prediksi, Tapi Khayalan

oleh -4.762 views
banner 300250

KARAWANG – SINFONEWS.com

“Biarkan Cellica menuntaskan tugasnya dulu untuk periode pertama Bupati Karawang, dan mempersiapkan diri untuk maju di periode kedua”

KABAR soal Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang di prediksi akan menduduki kursi Menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo, di anggap mengada – ada dan berandai – andai yang berlebihan oleh pemerhati politik dan pemerintahan Andri Kurniawan

“Mengukur dari dimensi politik mana, sehingga Cellica akan menduduki jabatan Menteri dalam Kabinet Kerja Joko Widodo – Jusuf Kala atau Kabinet Kerja II Joko Widodo – KH. Ma’ruf Amjar Andri Kurniawan kepada SINFONEWS.com, Senin (13/05)

Menurutnya, kalau pun itu merupakan pandangan politik seorang pengamat, saya pikir untuk jadi pengamat tidak asal bunyi, harus ada parameternya. Dimensi apa dan sudut mana sehingga dapat menilai Cellica bisa menduduki kursi Menteri.
“Untuk AHY yang jelas – jelas pengurus DPP Partai Demokrat dan berkategori politisi Nasional saja, menurut saya masih sangat berat untuk mendapatkan kursi Menteri. Jangan berandai – andai yang terlalu jauh lah,” tuturnya.

Ditambahkannya, biarkan Cellica menuntaskan tugasnya dulu untuk periode pertama Bupati Karawang, dan mempersiapkan diri untuk maju di periode kedua. Karena kemungkinan menang kembali di Pilkada Karawang 2020 mendatang sangat tinggi.

Ada pun soal statement Ajang Sopandi dalam menyikapi opini Cellica bakal duduki kursi Menteri juga terlalu berlebihan jelas Andri Kuriniawan,  ukurannya soal hasil Pilpres, sementara hasil final dari Pilpres baru akan terlegitimasi pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang.

“Saya kira masih terlalu dini untuk mengclaim siapa yang menang dalam kontestasi Pilpres, tunggu saja tanggal 22 Mei nanti hasil final melalui pleno KPU. Siapa pun yang menang, harus dapat di teriama secara legowo,’ ungkap Andri

Lebih jauh Andri mengatakan, kalau pun memang merasa tidak terima atas hasil keputusan akhir KPU melalui pleno, ada Mahkamah Konstitusi (MK). Silahkan bawa alat bukti dan ajukan gugatan, tidak perlu dengan langkah – langkah inkonstitusional. Masalahnya sudah banyak sekali tokoh Nasional yang jadi tersangka dan di kenakan pasal makar. Akibat melakukan tindakan – tindakan inkonstitusional.

“Ada baiknya kita sudah perseteruan soal hasil Pilpres, kita percayakan sepenuhnya pada KPU. Kalau tidak percaya pada KPU, mau percaya pada sumber mana lagi soal hasil Pilpres/Pemilu? Ya kalau pun ada indikasi kecurangan, bawa bukti – buktinya. Kan bisa di uji alat buktinya melalui Bawaslu, DKPP atau MK,” tutup Pemerhati Politik dan Pemerintahan ini.

Penulis : BangSINFO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *