Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Hukum & KriminalJawa Barat

Masyarakat Karawang Bersatu Seruduk Kantor Pemkab Karawang Tolak Program Kementerian LHK

0
×

Masyarakat Karawang Bersatu Seruduk Kantor Pemkab Karawang Tolak Program Kementerian LHK

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

KARAWANG-Sinfonews.com

Gedung Kantor Pemda Karawang diseruduk masyarakat Karawang yang tergabung dalam Masyarakat Karawang Bersatu. Alih alih mereka mendatangi Kantor Pemkab Karawang menolak program Pemerintah Pusat dengan program Wanatani Nusantara yang  bekerjasama dengan pondok pesantren Al Baghdadi di Rengasdengklok Karawang. Jum’at,( 11/08-2017 )

banner 325x300

Menurut Koordinator Aksi Nace Permana, Program pengembangan hutan di daerah hulu Kabupaten Karawang itu dianggap hanya akan menguntungkan pihak tertentu dan merugikan masyarakat asli Karawang.

“Pemkab jangan asal setuju gitu saja, tanpa melakukan kajian mendalam dengan melakukan tinjauan teknis di lapangan,” ungkap Nace.

Nace menuturkan program itu akan merubah wilayah hutan, sehingga akan menimbulkan masalah baru ditengah kondisi ruang terbuka hijau di Karawang yang sudah sangat mengkhawatirkan.

Dalam tinjauan lingkungan dalam wilayah hutan Karawang, khususnya di wilayah Kuta Tandingan, memiliki banyak potensi kebencanaan. Misalnya saja potensi kekeringan, longsor dan banjir.Karena wilayah tersebut memiliki intensitas hujan yang tinggi.

“Kuta Tandingan daerah yang rentan kena bencana,”ungkap Nace

Ketika disinggung tentang gerakan Wanatani  Nace Permana menjelaskan program wanatani nusantara ini terindikasi bukan merupakan program sosial. Melainkan program yang sudah disetting untuk kepentingan swasta dalam hal ini PT Albis.

Melalui gerakan Wanatani Nusantara, pesantren itu bakal dibina oleh perum perhutani untuk menata ulang hutan menjadi ladang di tiga Kecamatan. Dengan sistem perhutanan sosial, kerjasama antara Perhutani dengan Al Baghdadi akan berlangsung selama 35 tahun

“Ya kami merasa terusik, karena kami sudah puluhan tahun bertani disana, hari ini dengan terbitnya permen 39 tahun 2007, mengusik keberadaan kami, karena dengan potensi permen tersebut menimbulkan potensi keresahan diantara kami,” ujar Nace Permana

Sebelumnya tersiar, Pemerintah akan mengubah hutan produksi menjadi ladang jagung, dalam surat keputusan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan nomor SK.16/PSKL/SET/KUM.1/2017, dimana Al Baghdadi akan bermitra dengan Perum Perhutani dengan menggarap 2.946 hektare tanah di hutan Kutatandingan ( RyaSKa )

 

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *