Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
CovidOpini

Masyarakat Tidak Perlu Panik, Satgas Covid Pastikan Stok Oksigen Aman

0
×

Masyarakat Tidak Perlu Panik, Satgas Covid Pastikan Stok Oksigen Aman

Sebarkan artikel ini
Jubir Satgas Covid-19 dr. Fitra Hergyana@2021SINFONEWS.com
Jubir Satgas Covid-19 dr. Fitra Hergyana@2021SINFONEWS.com
banner 325x300

Pewarta : REDAKSI  | Editor : RYAN S KAHMAN

“Ketersediaan oksigen setiap hari dicek oleh vendor, karena perlu diketahui pemakaian oksigen di RSUD sangat tinggi. Pasien yang mengalami keluhan saluran pernafasan mencapai 70-80 persen,” tambahnya

KARAWANG  |  SATGAS Covid-19 Kabupaten Karawang meminta masyarakat tak panik dengan ketersediaan tabung oksigen yang sebelumnya dikabarkan menipis. Kini, stok tabung gas cukup dan aman untuk cadangan di RSUD Karawang.

banner 325x300

Hal itu diungkapkan oleh Juru Bicara (jubir) Satgas Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana saat diwawancarai, Senin (05/07) di Makodim 0604 Karawang usai mendampingi Bupati Cellica Rapat Koordinasi Implementasi PPKM Darurat melalui video conferences bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Fitra mengatakan, sebagai salah satu RS rujukan yang memiliki jumlah pasien covid terbanyak, RSUD telah memenuhi ketersediaan oksigen. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu panik karena dipastikan stok oksigen aman.

“Dengan penambahan 1543 bed pasien maka secara otomatis juga harus menambah pasokan oksigen,” jelas Fitra

BACA JUGA :
Warga Lingkungan Desa Wadas Akan Lakukan Aksi Unjuk Rasa, Aktivis Berharap Sat Intelkam Polres Karawang Dapat Tengahi Secara Persuasif

Masih kata Fitra, kami telah melakukan pengecekan terhadap ketersediaan tabung oksigen kepada supplier terkait untuk memprioritaskan ketersediaan oksigen bagi RSUD mengingat angka pasien yang jumlahnya paling banyak se-Karawang. Kami meminta masyarakat tidak abai dalam menjaga kesehatan.

“Ketersediaan oksigen setiap hari dicek oleh vendor, karena perlu diketahui pemakaian oksigen di RSUD sangat tinggi. Pasien yang mengalami keluhan saluran pernafasan mencapai 70-80 persen,” tambahnya.

Fitra mengungkapkan di hari ke-tiga pemberlakukan PPKM Darurat di Karawang, mobilitas masyarakat masih tinggi. Ia juga menyebut ada sejumlah pelanggaran karena masih ada warga yang belum mengetahui aturan detail tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tersebut.

“Masih ada masyarakat yang belum mematuhi aturan. Kami meminta dengan sangat untuk tiga minggu ke depan aturan tersebut dilaksanakan agar lonjakan kasus covid di Karawang bisa turun. Kasus covid ini berbanding lurus dengan pergerakan masyarakat. Kalau pergerakan tinggi, angka covid meningkat dan begitu sebaliknya,” katanya. ***

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *