Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Purwasuka-Bekasi

Pedagang Soto Dibuat Pusing, Kado Terindah HUT Karawang ke 390 Harga Beras Naik

0
×

Pedagang Soto Dibuat Pusing, Kado Terindah HUT Karawang ke 390 Harga Beras Naik

Sebarkan artikel ini
Dewi salah seorang pedagang Soto dikawasan Guro2@2023SINFONEWS.com
Dewi salah seorang pedagang Soto dikawasan Guro2@2023SINFONEWS.com
banner 325x300

Pewarta : AEP KURNIADI | Editor : RYAN S KAHMAN

“Kami berharap kepada pemerintah agar harga harga kebutuhan bahan pokok bisa setandar, agarkami bisa setabil untuk mengelola keuangan,” tandas Dewi.

banner 325x300

KARAWANG | KABUPATEN Karawang yang menjadi salah satu lumbung padi di Jawa Barat tak luput dari kenaikan harga beras di pasaran yang terjadi belakangan ini. Belakangan, harga beras di pasar tradisional wilayah Kabupaten Karawang mengalami kenaikan signifikan.

Kenaikan harga beras di pasar tradisional Kabupaten Karawang tersebut terbilang aneh, sebab tak ada momentum hari besar. Kenaikan harga beras di pasar tradisional Kabupaten Serang mencapai Rp2.000-3.000 per kilogram.

Kenaikan harga beras berimbas kepada Pedagang nasi rames dan soto di Karawang , mengeluhkan tingginya harga beras di pasaran dalam satu minggu terakhir.

Salah satunya pedagang  soto di daerah Guro 2, mengatakan Kado terindah  dihari Ulang Tahun Karawang dengan harga beras yang melonjak siknipikan di Bulan Sepember.

Dewi berharap dengan datangnya  Prisiden ke RI ke 7 kepasar Johar dan gudang Bulog yang ada di Karawang, pada Kamis 14 Agustus kemarin, bisa mensetandarkan Kembali  harga beras di Kabupaten Karawang.

BACA JUGA : Anggota Watimpres Janji Perjuangkan Honorer Diangkat jadi PNS

Dikatanyan, selaku pedagang kecil sangat menjerit dengan harga beras yang naik selangit,dari 10.000 rupiah sekarang 12.000 rupiah sampai 13.000 rupiah

Menurut Dewi penghasilan  masyarak terbatas dengan harga beli yang sangat tinggi membuat kebingguan kami selaku pedagang sekaligus ibu rumah tangga.

“Kami berharap kepada pemerintah agar harga harga kebutuhan bahan pokok bisa setandar, agarkami bisa setabil untuk mengelola keuangan,” tandas Dewi.

Dewi juga yang sehari hari berjualan soto mensiasati dagangan agar tidak merugi dengan mengurangi porsinya, dengan harga yang tetep agar omset penghasilannya tidak menurun. ***

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *