‘SADIS’ Kekasih Ibunya Aniaya Khalista Bayi Berusia 1,5 Tahun

oleh
banner 300250

KARAWANG – SinfoNews.Com

Khalista, bayi berusia 1,5 tahun anak ke dua Shinta yang tidak jelas siapa bapaknya terbaring koma di ruang ICU Khusus Anak Rumah Sakit Umum Daerah Kab Karawang Jawa Barat Pasalnya Khalista Harus Mendapatkan Perawatan Secara Intensif Oleh Tim RSUD Karawang. Dugaan sementara bayi malang itu dianiaya pacar ibunya, Dir.

Namun polisi berpendapat lain. Polisi malah mengindikasi, Khalista tak sadarkan diri akibat dianiaya ibu kandungnya, Shinta. Hal tersebut disampaikan Kapolsek Karawang Kota Iwan Ridwan Shaleh.

“Untuk menentukan siapa tersakanya, kami masih harus mendengarkan sejumlah saksi dan hasil visum dari RSUD, ” ujar Kepala Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Karawang, Iwan Ridwan Shaleh, di kantornya.

Disebutkan, bayi Khalista adalah anak ke dua Shinta yang tidak jelas siapa bapaknya. Baru- baru ini Shinta mempunyai pacar baru bernama Dir. Shinta dan Khalista pun kemudian tinggal di rumah Dir, di Desa Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat.

Namun, Senin 19 Maret 2018, bayi Khalista tiba-tiba dilarikan ke RSUD karena tak sadarkan diri dan dalam kondisi luka di sekujur tubuhnya

Menurut ibu kandungannya Khalista Sinta, bayinya koma akibat mengalami penganiayaan yang di lakukan oleh kekasih ibunya bernama Dir selama dua bulan lamanya

“Saya sudah satu bulan tinggal di rumah Dir. Namun pada Senin subuh, saya melihat Dir menjitak kepala anak saya dan menggigit beberapa bagian tubuh Khalista. Anak saya sampai kejang-kejang menangis, hingga pingsan,” kata Shinta.

Sinta menambahkan, pelaku melakukan perbuatan sadisnya tersebut lantaran kesal dan tidak suka dengan tangisan sang bayi.

Sementara itu Keterangan ibu kandung Sinta tak langsung dipercaya pihak kepolisian, menurut pihak Kepolisian ada hal hal yang janggal

“Kasus ini masih dalam penyelidikan kami. Tetapi ada keterangan Shinta yang janggal, ” kata Iwan.

Dikatakan, setelah Khalista koma, yang membawanya ke RSUD adalah Dir. Bahkan, Dir juga yang menjaganya terus menerus.

“Dir, tetap kami amankan, tetapi belum dijadikan tersangka. Kami malah mencurigai Shinta yang menganiaya anaknya sendiri, ” ujar Iwan.

Akan tetapi, lanjut Iwan, pihaknya masih harus mendengarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil visum dokter untuk menetapkan Shinta sebagai tersangka.

“Pengakuan dari Shinta sudah ada. Tapi harus diperkuat oleh saksi, ” katanya. *BangSinfo

banner 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *