Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Hukum & Kriminal

Satresnarkoba Polres Karawang Siap Berantas Peredaran Narkoba Hingga Ke Akar-akarnya

33
×

Satresnarkoba Polres Karawang Siap Berantas Peredaran Narkoba Hingga Ke Akar-akarnya

Sebarkan artikel ini
Konferensi Pers Polres Karawang@2023SINFONEWS.com
Konferensi Pers Polres Karawang@2023SINFONEWS.com
banner 325x300

Pewarta : SUPRIATNO | Editor : RYAN S KAHMAN

“Sejumlah pasal Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 disiapkan Polres Karawang menjerat pelaku kejahatan narkotika diwilayahnya kaitan perkara ini”

banner 325x300

KARAWANG | SATUAN reserse narkoba Polres Karawang Polda Jabar menggelar Press Conference pengungkapan jaringan dan obat keras tertentu ( OKT) dalam operasi antik Lodaya tahun 2023 hasil operasi 10 hari kebelakang, Selasa 25 Juli 2023

Kapolres Karawang AKBP. Wirdhanto Hadicaksono melalui Kasat Narkoba AKP. Arief Zainal Abidin tegaskan , pihaknya berkiat memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumnya hingga ke akar-akarnya demi menjaga  Karawang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

“Tidak ada kejahatan yang berdiri diatas negara,”  tandas Arief Zainal Abidin.

Narkotika adalah zat atau obat dari tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menurunkan kesadaran, mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri dengan timbulkan ketergantungan.

Tim Satresnarkoba Polres Karawang 10 hari terakhir, sukses ungkap 8 kasus kejahatan narkotika diwilayah hukumnya dengan melibatkan 9 tersangka.

Mengisi agenda operasi Antik Lodaya tahun 2023, Satresnarkoba Polres Karawang, mengungkap peredaran Obat  Keras Tertentu (OKT) berkedok Warung Nasi Uduk di wilayah Cilamaya, dimana ditempat itu banyak orang membeli makan ataupun hanya sekedar ngopi,  sehingga tidak timbulkan kecurigaan terhadap warga sekitar.

Melalui Press Conference, dihadirkan 161,64 gram sabu barang bukti kejahatan dari tangan pengedar narkoba, diantaranya ± 49,82 gram dari TF Teluk Jambe Timur, ± 90,67 gram dari T, Telagasari ± 16,81 gram dari H Rengasdengklok, ± 3,07 gram dari J dan SI , dan ± 1,27 gram dari N Rengasdengklok.

Sementara, untuk obat keras tertentu (OKT), 10.424 butir pil HEXYMER DAN TRAMADOL dirampas Satres narkoba Polres Karawang dari tangan pengedar dalam operasi antik Lodaya tahun 2023, diantaranya , 9.520 butir pil Tramadol dari MR, 450 butir  pil Heximer dari MW dan 454 butir pil Heximer disita dari tangan I.

BACA JUGA : Sumedang Jadi Lokasi Riset Mahasiswa Fisip Unpas

Sejumlah pasal Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 disiapkan Polres Karawang menjerat pelaku kejahatan narkotika diwilayahnya kaitan perkara ini, diantaranya Pasal 114 ayat (1) jo 112 ayat (1) bagi pengedar sabu-sabu “Setiap orang yang tanpa hak  atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan dan atau memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu, dapat dipidana dengan ancaman hukuman minimal 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun kurungan atau hukuman Mati.

Pasal 114 Ayat (2) jo 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan dan atau memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu yang

beratnya melebihi 5 gram, dapat dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum.

Pasal 114 Ayat (1) jo 111 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan dan atau menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman” dapat dipidana minimal 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun untuk pengedar narkotika jenis ganja.

Pasal 114 Ayat (2) jo 111 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan dan atau menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon” pelaku dapat dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Pasal 196 Jo 197 UU kesehatan, Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu dan atau tidak memiliki izin edar, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun .(untuk pengedar obat keras tertentu (OKT). ***

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *