Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Parlementaria

Sejumlah Wilayah di Karawang Alami Kekeringan, Komisi III DPRD Minta BPBD Proaktif Cek Krisis Air Bersih

2
×

Sejumlah Wilayah di Karawang Alami Kekeringan, Komisi III DPRD Minta BPBD Proaktif Cek Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Kaemin Komarudin Anggota Komisi III DPRD Karawang@2023SINFONEWS.com
Kaemin Komarudin Anggota Komisi III DPRD Karawang@2023SINFONEWS.com
banner 325x300

Pewarta : REDAKSI | Editor : RYAN S KAHMAN

“Saya minta BPBD jangan hanya menunggu adanya laporan dari masyarakat, baru bergerak mengirimkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Tapi coba cek langsung ke lapangan, desa mana saja yang mengalami kekurangan air bersih,” ujarnya

banner 325x300

KARAWANG | SEJUMLAH wilayah di Kabupaten Karawang terdampak kekeringan hingga kekurangan air bersih dampak dari El Nino.

Untuk itu, Komisi III DPRD Kabupaten Karawang meminta BPBD proaktif melakukan pengecekan ke seluruh kecamatan yang ada di Kota Pangkal Perjuangan agar diketahui wilayah mana saja yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih.

Hingga saat ini dilaporkan sudah ada delapan desa di empat kecamatan yang mengalami kekeringan, yaitu Desa Parungmulya Kecamatan Ciampel, Desa Wanakerta Kecamatan Telukjambe Barat, Desa Tamanmekar, Jatilaksana dan Desa Kertasari Kecamatan Pangkalan dan Desa Cigunungsari, Cintalanggeng dan Desa Kutalanggeng Kecamatan Tegalwaru.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Kaemin Komarudin atau yang akrab disapa Ledeng meminta agar BPBD Karawang pro aktif melakukan pengecekan ke seluruh desa di Kota Pangkal Perjuangan, sehingga diketahui secara pasti desa mana saja yang membutuhkan bantuan air bersih.

“Saya minta BPBD jangan hanya menunggu adanya laporan dari masyarakat, baru bergerak mengirimkan bantuan air bersih kepada masyarakat. Tapi coba cek langsung ke lapangan, desa mana saja yang mengalami kekurangan air bersih,” ujarnya, Rabu 30 Agustus 2023.

BACA JUGA : Kadin Kabupaten Bekasi Gelar Rapim Tahun 2023, Ini Harapan Heri Noviar..

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, pemetaan wilayah kekeringan dan kekurangan air bersih perlu dilakukan. Hal itu dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi kinerja pemerintah daerah ke depan, sehingga bisa lebih siap mengahadapi masalah serupa di tahun berikutnya.

“Pemetaan wilayah (kekeringan/kekurangan air bersih) itu penting. Kita bisa tahu secara pasti berapa desa yang terdampak, berapa jumlah masyarakat yang terdampak, jenis bantuan apa saja yang dibutuhkan serta langkah antisipasi seperti apa yang dapat dilakukan. Maka BPBD harus pro aktif, jangan hanya menunggu laporan saja,” tandasnya. ***

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *