Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Jawa Barat

Serapan Anggaran Di Kabupaten Purwakarta Capai 90 Persen

1
×

Serapan Anggaran Di Kabupaten Purwakarta Capai 90 Persen

Sebarkan artikel ini
banner 325x300

PURWAKARTA-Sinfonews.com 

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memberikan apresiasi atas pernyataan Presiden Joko Widodo yang akan memberikan sanksi kepada daerah yang rendah dalam penyerapan anggaran.

banner 325x300

Ditemui di salah satu kantornya, Gedung Kembar, Jalan KK Singawinata pada Senin (14/8), Dedi menyatakan dukungan terhadap pernyataan tersebut dan mengaku sudah melaksanakannya dalam tatanan kebijakan keuangan di daerah yang dia pimpin.

“Saya apresiasi dan dukung penuh Bapak Presiden. Sejatinya dana yang diserap itu kan dari masyarakat untuk digunakan membangun kesejahteraan publik,” jelasnya.

Rendahnya serapan anggaran yang dikeluhkan oleh Presiden Joko Widodo rupanya berbanding terbalik dengan kondisi yang terjadi di Purwakarta. Menurut Dedi, serapan anggaran di daerah terkecil kedua di Jawa Barat ini malah mencapai 90%.

“Kita daya serapnya 90%, jumlah itu kita gunakan untuk infrastruktur, pelayanan kesehatan gratis, pelayanan pendidikan gratis dan lainnya untuk masyarakat,” ujarnya menambahkan.

Esensi pembangunan lanjut Dedi, terletak pada peningkatan daya serap anggaran. Maka, menurut pria yang kini gemar mengenakan peci hitam itu, tidak etis jika negara menarik pajak, retribusi, hingga sumber pendapatan lain, tetapi dengan sengaja diendapkan di Bank.

“Kalau diendapkan di bank, ya sama dengan mengingkari filosopi pembangunan. Di Purwakarta mah uang bukan menumpuk, tapi yang ada malah serapannya tinggi,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam acara penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Jember, Jawa Timur pada Minggu (13/8) menuturkan bahwa dirinya telah melakukan pengecekan seluruh rekening di Bank Pembangunan Daerah maupun bank lain.

Hasilnya, terdapat Rp220 Triliun dana yang belum diserap. Akibatnya, ia mengultimatum seluruh kepala daerah yang masih rendah dalam penyerapan anggaran di daerah yang mereka pimpin.

“Ya kita siapkan sanksinya. Soalnya, ini uang ditunggu rakyat untuk pembangunan, masa gak diserap,” ujar mantan Walikota Solo tersebut. ( RyaSKa )

 

Print Friendly, PDF & Email
banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *