Scrool Untuk Membaca
banner 325x300
banner 970x250
Purwasuka-Bekasi

Sidang Perdana Gugatan Class Action Diwarnai Gema Cikamaya Gelar Orasi di depan PN

58
×

Sidang Perdana Gugatan Class Action Diwarnai Gema Cikamaya Gelar Orasi di depan PN

Sebarkan artikel ini
Kuasa hukum nelayan Muara Cilamaya, H. Elyasa Budiantosaat diwawancarai awak media@2024SINFONEWS.com
Kuasa hukum nelayan Muara Cilamaya, H. Elyasa Budiantosaat diwawancarai awak media@2024SINFONEWS.com
banner 300x250

“Maka dari itu kami menggugat secara materiil dan immaterial kepada Pemkab Karawang dan PT. JSP atas adanya kerugian nelayan yang ditimbulkan dengan adanya’ proyek PLTGU,” ujar Elyasa.

KARAWANG | PENGADILAN Negeri (PN) Karawang, menggelar sidang perdana perkara gugatan class action  Gema Cikamaya bersama nelayan Muara Cilamaya terhadap PT. Jawa Satu Power (JSP) dan Pemkab Karawang, terkait kerusakan lingkungan dan kerugian nelayan yang terdampak adanya proyek PLTGU, di ruang sidang 1, Kamis 31 Oktober 2024.

Di sidang perdana gugatan class action ini, tidak ada satu pun perwakilan tergugat yang hadir, sehingga Majelis Hakim harus menunda sidang, dan hakim menjadwalkan ulang sidang class action pada tanggal 14 November 2024 mendatang.

Sidang perdana gugatan class action tersebut di warnai aksi damai dari puluhan nelayan Muara Cilamaya dengan menggelar orasi menyuarakan kepedihannya, di depan PN Karawang.

Berita Lainnya :  Kasus Positif Covid-19 Nihil, Karawang akan Terapkan New Normal

Kuasa hukum nelayan Muara Cilamaya, H. Elyasa Budianto menyampaikan kekecewaannya atas ketidak hadiran para tergugat di sidang perdana class action nelayan Muara Cilamaya.

“Seharusnya para tergugat sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi persidangan, karena Majelis Hakim sudah memberikan surat pemberitahuan jadwal sidang class action ini sejak jauh jauh hari. Hal ini membuktikan Pemkab Karawang dan PT. JSP dan Pemkab Karawang tidak peka terhadap nasib para nelayan Muara Cilamaya yang terdampak dengan adanya proyek PLTGU,” ungkapnya.

Dikatakan Elyasa, para nelayan Muara Cilamaya menjerit semenjak adanya proyek PLTGU, penghasilan mereka menurun drastis, para nelayan harus menempuh 14 KM dari garis pantai untuk mencari tangkapan ikan, karena sepanjang 6 KM dari garis pantai, ekosistem nya telah rusak semenjak adanya proyek PLTGU,, seperti kerusakan terumbu karang, ekosistem ikan, udang, cumi dan lainnya,

Berita Lainnya :  DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Sosialisasi Media Pintar Perjuangan

“Maka dari itu kami menggugat secara materiil dan immaterial kepada Pemkab Karawang dan PT. JSP atas adanya kerugian nelayan yang ditimbulkan dengan adanya’ proyek PLTGU,” ujar Elyasa.

Elyasa berharap, di persidangan perdana class action yang sudah dijadwalkan ulang Majelis Hakim, para tergugat bisa hadir,.

“Agar keluhan nelayan Muara Cilamaya segera ada solusinya,” tutur Elyasa. ***

banner 1000x300
banner 1000x300